Rabu, 20 April 2011

Riwayat ibu R.A. Kartini

Biografi R.A Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.

Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.

Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional.

Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.

Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

terkenalnya norman kamaru polisi gorontalo

Norman Kamaru
Norman Kamaru, demikian nama amggota Polda Gorontalo yang berpangkat Briptu tersebut. Goyang "Polisi Gorontalo Menggila" sepertinya akan menuai beberapa kisah lanjutan untuk Briptu Norman Kamaru. Beberapa lama setelah video "Polisi Gorontalo Menggila" yang diperankan oleh Briptu Norman Kamaru "Khan", dirinya sempat menghilang. tetapi pada akhirnya bintang film India made in Indonesia ini mau angkat bicara tentang video lucu yang diunggah di Youtube tersebut. Niat Norman semula hanya sekedar iseng dan untuk menghibur rekannya yang sedang menghadapi masalah.
norman kamaru
Keseharian Norman Kamaru sendiri wajar dan biasa saja, seperti rekan-rekannya di Korps Brimob lainnya. Bahkan dia mengaku kaget ketika tahu video goyang India "Polisi Gorontalo Menggila" tersebut menjadi populer di dunia maya. Tidak ada niat untuk mencari sensasi ataupun melalaikan tugas dan menjaga kedisplinannya saat menjalankan tugas.
Tetapi, Kesatuan Brimob Polda Gorontalo, tempat Norman Kamaru bertugas, tetap menganggap dia melanggar prosedur. Dan atasan Norman, Kasat Brimob Polda Gorontalo AKBP Anang Supena memberikan teguran kepada anak buahnya tersebut.
Dari berbagai pihak dan kalangan masyarakat banyak yang berharap, agar tidak memberikan hukuman kepada sang Khan, Norman Kamaru.

Kamis, 03 Februari 2011

Dalil tentang Pembacaan & Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pencinta bacaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah tumbuh subur sejak dulu, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia, seperti di Yaman, Hijaz, Irak, Iran, Palestina, Uni Emirat Arab, Maroko, Mesir, Libya, Sudan, Uzbekistan, Kazakhtan, Tajikistan, India, Pakistan, Malaysia, Brunai Darusssalam, Singapura dan kawasan rumpun melayu lainnya.

Perayaan hari kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW, baru terjadi pada permulaan abad keenam Hijriyyah. Para sejarawan sepakat bahwa yang pertama kali mengadakan adalah Raja Irbil di Irak, yang dikenal ‘alim, bertaqwa dan pemberani , yaitu : Raja Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kukuburi bin Zainuddion Ali Buktikin ( w. 630 H / 1232 M).

Para Ulama dari kalangan shufi, fuqaha dan ahli hadits menilai perayaan maulid ini termasuk Bid’ah hasanah (Bid’ah yang baik), yang dapat memberikan pahala bagi yang melakukannya.

Arti Bid’ah menurut Bahasa yaitu : menciptakan dan membuat sesuatu tanpa contoh yang terdahulu.
Syeikh Izzuddin bin Abdussalam seorang ulama besar dalam Madzhab Syafi’i (w. 660 H) di dalam kitabnya Qowa’idul Ahkam, menerangkan : “Bid’ah itu adalah suatu pekerjaan keagamaan yang tidak dikenal pada zaman Rasulullah SAW”.

Menurut riwayat Abu Nu’aim, Imam Syafi’i berkata :
Bid’ah itu ada dua macam :

1. Bid’ah Hasanah (Bid’ah terpuji ) yaitu yang sesuai dengan Kitabullah, sunnah Nabi Saw, Atsar sahabat-sahabat dan Ijma’
2. Bid’ah Dlalalah (Bid’ah tercela) yaitu yang tidak sesuai atau menentang Kitabullah, sunnah Nabi Saw, atsar sahabat.

Nabi SAW bersabda :

1. Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini (urusan agama) sesuatu yang tidak ada dalam agama, maka perbuatan itu ditolak (tidak diterima) atau bathal. (HR. Muslim).

2. Barang siapa yang mengadakan dalam Islam sunnah hasanah (sunnah yang baik) maka diamalkan orang kemudian sunnahnya itu, diberikan kepadanya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kemudian dengan tidak mengurangi sedikit jua dari pahala orang yang mengerjakan kemudian itu.
Dan barang siapa yang mengadakan dalam Islam sunnah Sayyi’ah (sunnah buruk) maka diamalkan orang kemudian sunnah buruknya itu, diberikan padanya dosa seperti dosa orang yang mengerjakan kemudian dengan tidak dikurangi sedikitpun juga dari dosa orang yang mengerjakan kemudian itu. (HR. Muslim).

Dengan demikian tidaklah gampang mengatakan atau mencap sesuatu dengan bid’ah, tetapi semua pekerjaan keagamaan yang baru harus diteliti terlebih dahulu apakah menentang atau sesuai dengan Al-Qur’an, Hadits.Atsar dan Ijma’ .

Contoh atau misal dari Bid’ah hasanah (Bid’ah terpuji), yang tidak ada pada masa Rasulullah SAW:

1. Mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an kedalam satu Musshaf.
2. Memberikan Nuqthah (Titik) dan Syakl (baris) pada Ayat-ayat Al-Qur’an.
3. Menterjemahkan Al-Qur’an.
4. Membukukan hadits-hadits Nabi dan menterjemahkannya.
5. Membukukan fiqih dan Tafsir Qur’an.
6. Membukukan ilmu-ilmu ushuluddin dan Tasawwuf.
7. Membangun Madrasah, Perguruan Tinggi, dan sekolah-sekolah umum.
8. Pergi Haji kemekah dengan Mobil, Kapal Laut, Pesawat Udara.
9. Merayakan Isra wal Mi’raj.
10. Merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Kesemua pekerjaan tersebut dinamai Bid’ah karena hal tersebut tidak ada pada masa Rasulullah SAW, tetapi Bid’ahnya adalah “Bid’ah Hasanah (Bid’ah terpuji)”.

Diantara ulama yang menilai perayaan maulid sebagai bid’ah hasanah (Bid’ah terpuji) adalah :

1. Al-Hafizh Ibnu al-Jauzi al-Hambali.
2. Al-Hafizh Ibnu Dihyah.
3. Al-Hafizh Abu Syamah (guru Al-Imam Nawawi).
4. Al-Hafizh Ibnu Katsir.
5. Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali.
6. Al-Hafizh Ibnu Hajar.
7. Al-Hafizh al-Sakhawi.
8. Al-Hafizh al-Syuyuthi. Dan lain-lain.



Keutamaan Membaca dan Memperingati Maulid Nabi SAW.

As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawiy Al-Maliki Al-Hasaniy menegaskan , diantaranya :

1. Dalam pembacaan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, pasti dikumandangkan ucapan-ucapan Shalawat dan Salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhamad Saw. Bershalawat dan Salam kepada Nabi Saw adalah perintah Allah SWT, dalam Al-Qur’an . Allah SWT berfirman :

“Sesunguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS.Al Ahzab, ayat :56).
Betapa banyak pahala dan kebajikan yang didapat oleh orang yang banyak mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi SAW, sehingga Rasulullah SAW menjanjikan sepuluh kali lipat balasan do’a Beliau, bagi orang yang bershalawat kepada Beliau.
2. Pembacaan dan peringatan Maulid Nabi SAW, adalah pernyataan senang dan gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan hal tersebut merupakan tuntunan Al-Qur’an. Allah SWT Berfirman :
“Katakanlah :Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah (dengan itu) mereka bergembira”. (Q.S. Yunus : 58).
Allah SWT memerintahkan kita bergembira atas rahmat-Nya, dan Nabi Muhammad SAW jelas merupakan rahmat Allah terbesar bagi kita ummat Islam dan Alam semesta.
“Dan kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”. (QS. Al-Anbiya : 107).

3. Membaca dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah menjelaskan sejarah kehidupan Beliau, mu’jizat-mu’jizat Beliau, menjelaskan sifat-sifat Beliau, memaparkan kesempurnaan, kemuliaan akhlak dan pribadi beliau, untuk dicontoh dan ditauladani dalam hidup dan kehidupan. Allah SWT berfirman :
. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulallah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S Al-Ahdzab : 21 ).
- Al-Imam Junaid Al-Baghdadi berkata :
Barangsiapa yang menghadiri maulid seraya mengagungkan kedudukannya Nabi Muhamad SAW, maka ia telah beruntung dengan keimanan.
- Al-Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam kitab Wasaail syarah al-Syama’il, berkata :
Tidak ada dari pada suatu rumah, masjid atau suatu tempat yang dibacakan pada tempat itu maulid Nabi SAW, melainkan mengelilingi para malaikat pada ahli (penduduk) tempat itu. Dan Allah meratakan mereka dengan rahmat, dan mereka dikelilingi dengan cahaya malaikat yakni : Jibril, Mikail, Israfil, Qurbail, ‘Ainail, Shafun dan Karubiyun. Maka bahwasanya para malaikat itu membacakan shalawat (mendo’akan) atas orang yang adalah ia menjadi sebab bagi terlaksananya pembacaan maulid Nabi SAW.
- Al—Imam al-Sarri al-Saqathi, berkata :
Barang siapa yang bertujuan ke satu tempat yang dibacakan di dalamnya Maulid Nabi SAW, maka ia telah bertujuan ke satu taman dari pada taman surga, karena bahwasanya tidaklah bertujuan ke taman surga melainkan karena kecintaannya kepada Rasulallah SAW. Dan telah bersabda Nabi SAW :”Barang yang mencintaiku adalah ia bersamaku berada di dalam surga”.
Pandangan berbeda tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sejak dulu hingga sekarang ada perbedaan pendapat tentang hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Adapun yang berpendapat bahwa mengadakan perayaan Maulid Nabi SAW itu termasuk perbuatan yang mengada-ada atau dengan sebutan Bid’ah adalah tokoh-tokoh kontroversial (syadz) yang bermuara dalam madzhab Wahhabi yaitu :
1. Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz. (w.1421 H).
2. Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.
3. Al-Albani
Wallohu a'lam bis showab

Minggu, 07 November 2010

kumpulan hadist qurban

Tentu saja, apa-apa yang saya rangkum di blog ini berupa hadits-hadits dha`if maupun shahih dalam perkara-perkara ibadah, tidaklah mencakup semua hadits-hadits shahih maupun dha`if mengenai perkara-perkara tersebut.

Saya ini hanyalah Syaikhul Muqorrobin, bukan Syaikhul-Muhadditsin (^_^;)..... Bagi yang ingin merujuk lebih jauh tentang hadits-hadits shahih seputar perkara ibadah, hendaklah merujuk kepada kitab-kitab Syaikhul-Muhadditsin seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dll

Wallahul-musta`aan

1. “Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.”
(HR. Ahmad, sanadnya hasan)

2. ”Barangsiapa memiliki hewan yang akan disembelih untuk qurban, apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.”
(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud). Dalam lafazh yang lain; "Hendaklah ia menahan diri dari memotong rambut dan kukunya".
Maksudnya adalah orang yang ingin berkurban hendaklah jangan memotong rambut/bulu /kuku maupun mengupas kulit yang ada pada dirinya mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih.
Dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim, ‘Amr bin Muslim pernah mendapati seseorang di kamar mandi sedang mencabuti bulu ketiaknya menggunakan kapur sebelum hari raya qurban. Sebagian mereka ada yang berkata: “Sesungguhnya Sa’id bin Musayyib tidak menyukai perkara ini.”

3. “ Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka tidaklah termasuk kurban sedikitpun, akan tetapi hanyalah daging sembelihan biasa yang diberikan untuk keluarganya."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. “ Setiap hari Tasyriq ada sembelihan"
(Dikeluarkan oleh Ahmad (4/8), Al-Baihaqi (5/295), Ibnu Hibban (3854) dan Ibnu Adi dalam "Al-Kamil" (3/1118) dan pada sanadnya ada yang terputus. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabari dalam 'Mu'jamnya" dengan sanad yang padanya ada kelemahan (layyin). Hadits ini memiliki pendukung yang diriwayatkan Ibnu Adi dalam "Al-Kamil" dari Abi Said Al-Khudri dengan sanad yang padanya ada kelemahan. Hadits ini hasan Insya Allah, lihat 'Nishur Rayah" (3/61).) Hadits ini mengandung makna diperbolehkannya memotong sembelihan selama hari tasyrik. Demikian Imam Ahmad, sebagaimana dikutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Zadul Ma`ad.

5. “ Nabi berkurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk. beliau menyembelihnya dengan tangannya, dengan mengucap basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki beliau di sisi-sisi kedua domba tersebut"
(HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

6. "Makanlah kalian, simpanlah dan bersedekahlah"
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud). Maksudnya daging qurban itu diperuntukkan untuk makan, disimpan, dan disedekahkan.

7. Ali radhiyallahu ia berkata,(yang artinya) : “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan aku untuk mengurus kurban-kurbannya, dan agar aku bersedekah dengan dagingnya, kulit dan apa yang dikenakannyaa* dan aku tidak boleh memberi tukang sembelih sedikitpun dari hewan kurban itu. Beliau bersabda : Kami akan memberikannya dari sisi kami"
(HR. Muslim, Abu Daud, dan Ahmad. Bukhari meriwayatkannya (1716) tanpa lafaz : "Kami akan memberinya dari sisi kami".)
*Dalam Al-Qamus yang dimaksud adalah apa yang dikenakan hewan tunggangan untuk berlindung dengannya.

Selasa, 21 September 2010

Multimedia Pembelajaran

* Beranda
* About

Animasi Multimedia Pembelajaran

Animasi adalah kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambar bergerak. Pergerakan gambar itu dibentuk dengan menampilkan urutan gambar yang berubah sedikit demi sedikit pada kecepatan yang tinggi, sehingga menghasilkan objek gambar statik yang dapat bergerak seperti hidup.

Animasi di dalam sebuah aplikasi multimedia menjanjikan suatu tampilan visual yang lebih dinamis, dapat menampilkan sesuatu yang mustahil atau kompleks dalam kehidupan yang sebenarnya dan dapat direalisasikan di dalam aplikasi tersebut. Sebagai contoh apabila aplikasi multimedia tersebut ingin menjelaskan proses suatu peristiwa alam seperti hujan, mungkin sulit untuk dipragakan atau dibuktikan secara nyata, maka dengan adanya animasi multimedia maka hal itu bisa digambarkan, dipaparkan dalam bentuk gambar bergerak yang seolah-olah hidup.

Animasi dapat berbentuk dua dimensi, tiga dimensi ataupun melalui berbagai kesan yang khas. Proses membuat animasi bukanlah sesuatu yang mudah, diperlukan pengalaman, kemahiran serta kepakaran yang tinggi. Untuk menhasilkan suatu animasi yang tinggi diperlukan banyak animator atau pembuat animasi.

Animasi pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam berbagai kegiatan baik untuk kegiatan yang bersifat santai maupun serius, dari mulai fungsi yang utama sampai fungsi tambahan atau hiasan. Animasi dibangun berdasarkan manfaatnya sebagai media yang digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya :

1. Media hiburan
2. Media presentasi
3. Media iklan
4. Media ilmu pengetahuan
5. Media bantu
6. Media pelengkap

Media hiburan, animasi digunakan untuk menghibur pengguna animasi tersebut, sehingga memberikan kepuasan. Animasi sebagai media hiburan biasanya digarap dengan sangat serius karena sebagai produk dagangan yang memiliki harga jual. Sebagai media hiburan, animasi digarap sebagai project, contohnya film, video klip, games, dan lain-lain..

Media presentasi, animasi digunakan untuk membuat menarik perhatian para audien atau peserta presentasi terhadap materi yang disampaikan oleh presenter. Dengan penambahan animasi pada media presentasi membawa suasana presentasi menjadi tidak kaku.

Fungsi animasi dalam presentasi diantaranya :

1. Menarik perhatian dengan adanya pergerakan dan suara yang selaras
2. Memperindah tampilan presentasi
3. Memudahkan susunan presentasi
4. Mempermudah penggambaran dari suatu materi

Pada media iklan, animasi dibangun sedemikian rupa agar penonton tertarik untuk membeli atau memiliki atau mengikutiapa yang disampaikan dalam alur cerita dari animasi tersebut.

Contoh :

1. Iklan produk
2. Penyuluhan kesehatan
3. Iklan layanan masyarakat

Media ilmu pengetahuan, animasi memiliki kemampuuan untuk dapat memaparkan sesuatu yang rumit untuk dijelaskan hanya dengan gambar atau kata-kata saja. Dengan kemampuan ini maka animasi dapat digunakan untuk menjelaskan suatu materi yang secara nyata tidak dapat terlihat oleh mata, dengan cara melakukan visualisasi maka materi yang dijelaskan dapat tergambarkan. Selain itu animasi sebagai media ilmu pengetahuan dapat dijadikan sebagai perangkat ajar yang siap kapan saja untuk mengajarkan materi yang telah dianimasikan, terutama dengan adanya teknologi interaktif pada saat ini baik melalui perangkat komputer ataupun perangkat elektronik lainnya. Pada perangkat komputer ini dikenal dengan istilan CAI (Computer Aided Instruction).

Contohnya :

1. Animasi dokumenter dinosaurus
2. Pembelajaran Fisika
3. Pembelajaran Sholat dan cara baca Al Qur’an
4. Perjalanan dalam dunia maya
5. Ensiklopedi jagat raya
6. Darah dalam tubuh manusia.

Media bantu, animasi digunakan sebagai perangkat penuntun atau petunjuk dalam melakukan sesuatu. Sebagai media bantu, animasi akan terlihat menonjol atau memberikan daya tarik atau memunculkan fokus baru terhadap sesuatu yang perlu dibantu.

Contohnya :

1. Pedoman penggunaan TV dan alat elektronik
2. Petunjuk cara penggunaan aplikasi
3. Petunjuk tata cara penggunaan produk

Media pelengkap, animasi digunakan sebagai pelengkap atau hiasan pada suatu tampilan yang digunakan untuk mempercantik atau menarik pada objek yang ditampilkan.

Contohnya :

1. Tombol animasi
2. Banner
3. Bingkai / frame
4. Tulisan

Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, audio, grafis, animasi dan video.

Multimedia dapat digunakan dalam :

1. Bidang periklanan yang efektif dan interaktif
2. Bidang pendidikan dalam penyampaian bahan pengajaran secara interaktif dan dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai aspek sepeti suara, video, animasi, teks, dan grafik.
3. Bidang jaringan dan internet yang membantuu dalam pembuatan website yang menarik, informatif, dan interaktif.

Multimedia mampu :

1. Mengubah tempat kerja, dengan adanya teleworking, para pekerja dapat melakukan pekerjaannya tidak harus dari kantor.
2. Mengubah cara belanja, orang bisa berbelanja melalui media internet, kemudian barang dikirim ke pemesan.
3. Mengubah cara bisnis, banyak perusahaan menggunakan sistem jual beli online, bank menggunakan cara online-banking.
4. Mengubah cara memperoleh informasi, orang-orang mulai menggunakan internet untuk mencari informasi, misalnya : membaca koran online, menggunakan software kesehatan, belajr gitar dan masih banyak lagi.
5. Mengubah cara belajar, sekolah sudah mulai menggunakan komputer multimedia dalam menyampaikan materi ajar, belajar online, menggunakan e-book.
6. Internet multimedia juga mulai bersaing dengan televisi dan radio.

Pembelajaran yang dilakukan pada saat ini adalah lebih banyak dilakukan dengan menulis, membaca dan mendengarkan. Menulis, membaca, dan mendengarkan dilakukan ketika terjadi proses belajar mengajar dimana terjadi komunikasi antara pengajar dan peserta ajar yang biasa dilakukan di kelas. Pada pembelajaran klasik ada tiga objek yang menjadi sumber, antara lain : teks, gambar, dan narasi. Ketiga objek yang menjadi sumber pembelajaran klasik menjadi kekuatan terhadap informasi atau materi belajar yang disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik.

Proses belajar di kelas lebih cenderung sering mengalami gangguan akibat faktor lingkungan, seperti :

1. Jumlah siswa yang terlalu banyak berakibat seluruh siswa tidak terpantau.
2. Ruang yang berdekatan yang menimbulkan suara satu dengan yang lain saling berbenturan.
3. Perangkat peraga lebih banyak menggunakan perangkat papan tulis yang memakan waktu lebih banyak ketik dilakukan setiap penulisan materi pembelajaran
4. Buku sebagai sumber belajar bersifat statis.

Akibat hal tersebut di atas tidak jarang konsentrasi pengajar dan siswa menjadi terganggun karena kurang fokus.

Selain proses pembelajaran di kelas, siswa dapat melakukan pembelajaran mandiri dengan melakukan pembacaan dan penulisan. Pada proses belajar mandiri ini tidak jarang siswa mengalami kesulitan dalam menangkap apa yang dipaparkan dalam bentuk tulisan atau gambar pada buku. Akibatnya siswa sulit untuk mencerna atau mengingat materi yang dipelajari.

Materi yang terkadang kasat mata seperti materi IPA yang menjelaskan sesuatu yang sangat kecil (mikro) sangat sulit dipahami secara cepat karena memerlukan daya imajinasi atau membayangkan apa yang terjadi terhadap objek yang dijelaskan pada materi yang dibahas.

Jadi animasi multimedia yang dikembangkan dalam bentuk materi ajar berbantukan komputer memberikan banyak kemudahan terutama dalam penyampaian oleh pengajar maupun penerimaan materi oleh siswa.

Ada beberapa program aplikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran berbantukan komputer berbasis multimedia ini, antara lain : Macromedia Flash, Captivate, Authorware, Director, dan mungkin masih banyak lagi program aplikasi lainnya.

Sabtu, 28 Agustus 2010

tipografi

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah Tipografi
* 2 Jenis huruf
* 3 Legibility dan Keterbacaan
* 4 Bacaan lebih lanjut

[sunting] Sejarah Tipografi

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.

Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.

Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Selasa, 01 Juni 2010