Kamis, 15 April 2010

tanjung priok berdarah

Berita Utama
15 April 2010
Tanjung Priok Berdarah

* Satu Satpol PP Tewas,134 Orang Luka-luka

image
SM/Bayu G Murti RUSUH PRIOK: Warga Tanjung Priok terlibat bentrok dengan aparat polisi dan Satpol PP, yang dipicu pembongkaran makam Mbah Priok di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/4). (Kiri) Puluhan mobil Satpol PP dan polisi dirusak dan dibakar dalam kejadian tersebut.(30)

JAKARTA- Bentrokan berdarah terjadi di dekat makam Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau Mbah Priok di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Akibat kerusuhan itu, seorang tewas dan sedikitnya 134 orang luka-luka. Beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Korban tewas adalah seorang anggota Satpol PP bernama M Soepono. Jenazahnya ditemukan tergeletak di kawasan peti kemas kompleks Pelindo dengan kondisi mengenaskan.

Seragam Satpol PP yang masih melekat di tubuhnya penuh darah. Menurut saksi, dia tewas setelah dikeroyok sekelompok orang. Versi lain menyebutkan dia meninggal di sebuah rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, semalam menyebutkan, korban luka terdiri atas 69 anggota Satpol PP, 10 polisi, dan 55 warga.

Kericuhan yang merembet hingga sekitar Terminal Peti Kemas Koja dan RS Koja tersebut juga mengakibatkan beberapa gedung perkantoran dan puluhan kendaraan rusak, termasuk mobil pengangkut polisi, Satpol PP, water cannon, dan sepeda motor. Massa yang marah juga menjarah kantor Pelindo dan beberapa kantor lainnya.

Bentrokan itu bermula dari rencana Pemprov DKI yang hendak membongkar makam Mbah Priok. Makam itu akan digusur karena berada di atas lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Di areal makam rencananya akan dibangun jalan tol, kanal, serta terminal peti kemas.
Warga mulai bereaksi ketika anggota Satpol PP dan Polri mengadakan apel, Rabu dini hari di dekat makam. Kehadiran mereka dinilai meresahkan. Warga pun berkumpul menentang kehadiran aparat. Semakin siang jumlah warga makin banyak dan mulai saling ejek dengan Satpol PP.

Akhirnya aparat bergerak untuk menekan massa hingga terjadi lempar batu, bahkan perang pentungan dan sabetan pedang. Mobil water canon tidak dapat menghalau massa yang terus berdatangan, bahkan mobil tersebut dirusak massa.

Siang harinya suasana makin tak terkendali. Warga marah lantaran aparat menyerang secara bertubi-tubi. Massa pun membalasnya. Jumlah kendaraan yang dibakar makin banyak. Beberapa aparat yang terpisah dari kelompoknya ditangkap dan menjadi bulan-bulanan massa. Demikian pula sebaliknya.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq berupaya mencegah massa yang terus mengamuk. Menjelang maghrib suasana berangsur mereda, namun massa masih berjaga-jaga. Saat itulah dilakukan upaya evakuasi aparat yang terkepung di dalam Terminal Peti Kemas melalui jalur laut.

’’Kami kerahkan 15 kapal untuk mengevakuasi Satpol PP dan polisi. Sampai pukul 19.00, kami berhasil mengevakuasi 525 orang. Mereka ditempatkan di Markas Polair,’’ kata Direktur Kepolisian Air Polda Metro Jaya AKBP Edion.
Sementara itu, Habib Rizieq dan Nurcholis dari Komnas HAM berkeliling untuk meminta massa pulang, karena esok harinya akan dilakukan perundingan.


Bangun Monumen

Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menindak atau menyisir massa yang masih ada di kompleks makam Mbah Priok. Penegasan itu dilakukan karena berkembang isu, aparat akan membalas dendam dengan menyerang massa.
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta H Prijanto, pihaknya tidak berniat membongkar makam Mbah Priok, dan justru akan membuat monumen di lokasi tersebut.

’’Isu pembongkaran itu tidak benar. Justru di makam itu akan dibuat monumen,’’ kata Prijanto.
Menurutnya, yang terpaksa dibongkar adalah gapura dan tembok di lokasi tersebut. Makam Mbah Priok sudah dipindah ke TPU Semper Jakarta Utara. Petilasan bekas makam yang luasnya 20 meter persegi tersebut tidak akan digusur.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berharap agar pemerintah lebih bijaksana dalam menjalankan kebijakannya. Mestinya, sengketa tanah makam Mbah Priok dapat diselesaikan secara damai, tidak sampai memakan banyak korban.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedih melihat tragedi tersebut. SBY menyayangkan dan sangat prihatin atas kejadian tersebut. ”Saya sudah menginstruksikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghentikan pembongkaran atau renovasi makam tersebut,” kata SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, seperti disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta.

Dia mendengar dari Wagub DKI Prijanto ada seorang anggota Satpol PP meninggal setelah dirawat di RS. Dia mengucapkan bela sungkawa.
Semalam, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengunjungi lokasi kerusuhan.(F4,di,H28,K24-65)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar